Minggu, 22 April 2012

Cimplukan Selain Manis Ternyata Banyak Manfaat Lho


Buah ciplukan biasanya dimakan dalam keadaan segar, dan menurut literatur yang saya baca buah ciplukan itu berkhasiat untuk mengobati epilepsi, buang air kecil tidak lancar, dan penyakit kuning. Jika yang Pak Setyawan tanyakan utk pengobatan kanker, maka ciplukan yang digunakan adalah seluruh bagian tanaman (akar, batang, daun, buah). Kandungan kimia yang terdapat dalam ciplukan di antaranya saponin, flavanoid, polifenol, asam klorogenat, zat gala, elaidic acid, dan fisalin.

Senyawa aktif Saponin yang terkandung pada ciplukan memberikan rasa pahit dan berkhasiat sebagai antitumor dan menghambat pertumbuhan kanker, terutama kanker usus besar.

Sementara itu, flavonioidal dan polifenol berkhasiat sebagai antioksidan. Ciplukan juga dipercaya bisa mengobati penyakit kanker tiroid.

Ramuan untuk Mengobati Kanker

Bahan:
10 gram daun sambiloto kering, 10 gram rimpang temulawak, 10 gram kunyit, 10 gram rimpang temu putih, 10 gram rimpang temu mangga, 10 gram ciplukan kering (seluruh bagian tanaman), dan 10 gram meniran (seluruh bagian tanaman).

Cara Pembuatan
Cuci bersih rimpang temulawak, kunyit, temu putih, dan temu mangga. Parut hingga halus. Campur hasil parutan dengan ciplukan, meniran, dan daun sambiloto. Rebus dalam 2 gelas air sampai hanya tersisa kira-kira 1,5 gelas. Angkat, kemudian saring.

Cara Pemakaian
Ramuan diminum 3 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas. Untuk mengurangi
rasa pahit, dapat dicampur dengan 1 sendok makan madu setelah agak dingin.
(sumber: http://databaseartikel.com/kesehatan/pengobatan-kesehatan/20119208-ciplukan-untuk-pengobatan-kanker.html; Herbal Indonesia Berkhasiat/Trubus Info kit/Vol.08)

Jika menggunakan produk Meddia Herbal untuk pengobatan kanker, maka produk yang biasanya digunakan adalah kombinasi Meddia Meddwa dan Stamed, atau juga tergantung dari jenis kanker yang diderita. Demikian informasinya


Ciplukan Hambat Pertumbuhan Sel Kanker

Yogyakarta (ANTARA) - Buah ciplukan ((Physallisa angulata L) mengandung senyawa Fisalin dan Withanolid yang dapat menyembuhkan kanker."Fisalin dan Withanolid bersifat sitotoksik pada beberapa sel kanker dan mampu menghambat pertumbuhan sel kanker payudara, paru-paru, dan kanker darah," kata mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Amelilinda Monikawati di Yogyakarta, Selasa (5/12).
Amelilinda bersama Inna Amandari dan Sofa Farida berhasil menguji potensi kemopreventif ekstrak etanolik herba ciplukan pada sel kanker payudara.
Berkat penelitian uji potensi antikanker pada ciplukan ketiga mahasiswa Fakultas Farmasi UGM tersebut memenangi Kompetisi Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) bidang Ilmu Pengetahuan Alam 2010.
        "Secara in vitro, penelitian tersebut berhasil menekan pertumbuhan sel kanker hingga 20 persen. Dari penelitian-penelitian yang dilakukan menguatkan hipotesis ciplukan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai agen kemopreventif,"katanya.
      Tidak hanya secara in vitro, kata dia untuk mendukung penelitian potensi ciplukan sebagai agen kemopreventif pada kanker payudara dilakukan pula secara uji in vivo.
"Uji secara in vivo bertujuan untuk mengobservasi pengaruh ekstrak etanolik herba pada hewan uji tikus betina galur Sprague Dawley,"katanya.
         Selama ini, kata dia pengobatan kanker payudara dengan kemoterapi dinilai kurang efektif karena sering menimbulkan resistensi dan beberapa efek samping."Efek samping dari kemoterapi seperti mual, muntah, toksisitas pada jaringan normal, toksisitas pada jantung, dan menekan sistem imun,"katanya.
Oleh karena itu, ia mengatakan dibutuhkan suatu alternatif terapi kanker yang lebih aman, terjangkau, efektif, dan tidak membahayakan sistem imun

Posting Komentar